Kamis, 09 Juli 2020

Kalkulus 2 : INTEGRAL TENTU FUNGSI TRIGONOMETRI

Assalamu'alaikum wr. wb.

    Untuk Blog kali ini saya akan membahas materi Kalkulus 2 untuk memenuhi nilai tugas E-Learning Pertemuan 6.

PERTEMUAN 6

INTEGRAL TENTU FUNGSI TRIGONOMETRI

A.     Tujuan Pembelajaran

Setelah selesai mempelajari materi pada pertemuan ini mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan integral tentu fungsi trigonometri. 

B.      Uraian Materi

1.      Batas Integral Tentu Fungsi Trigonometri

Integral tentu fungsi trigonometri adalah integral dengan fungsi integran berupa fungsi trigonometri dan memiliki batas interval tertutup pada variabel integrasinya. Karena fungsi integran berbentuk trigonometri, maka batas variabel integrasinya berupa besar sudut dan umumnya dinyatakan dengan πœ‹ radian, dengan πœ‹ = 1800 (Ratnadewi; dkk, 2016). Radian merupakan satuan sudut suatu bidang yang dilambangkan dengan “rad”. Hubungan antara sudut dan radian dapat ditulis sebagai berikut.

1 rad = 57, 2957...0

1o = 0, 0174...0

Satu radian didefinisikan sebagai besar sudut pusat yang panjang busurnya sama dengan jari-jari, seperti sketsa pada Gambar berikut

Untuk menemukan hubungan antara derajat dan radian, dapat digunakan konsep perbandingan sudut pusat dan panjang busur sebagai berikut.

Misalkan:

Sudut pusat : 1 rad

Panjang busur : r

Keliling : 2πœ‹r 

Maka dengan menggunakan konsep perbandingan sudut pusat dan panjang busur diperoleh:

Jika dihubungkan dengan fungsi trigonometri, maka pembagian sudut istimewa dengan besaran derajat dan radian menurut masing-masing kuadran diuraikan sebagai berikut.

a. Kuadran I

                                    
                                    b. Kuadran II

                                    
                                    c. Kuadran III


                                    d. Kuadran IV


2.      Aturan Dasar Integral Tentu Fungsi Trigonometri

Secara umum, jika f(x) merupakan sebuah fungsi dalam bentuk trigonometri, maka integral tentu dari fungsi f(x) dengan batas atas b dan batas bawah a dapat diselesaikan dengan rumus dasar integral tentu sebagai berikut.


Keterangan:

f(x) : fungsi integran (berbentuk trigonometri)

dx : variabel integrasi (berupa sudut dalam πœ‹ radian)

F(x) : hasil integrasi

a : batas bawah variabel integrasi (πœ‹ radian)

b : batas atas variabel integrasi (πœ‹ radian)

F(a) : hasil integrasi untuk batas atas

F(b) : hasil integrasi untuk batas bawah 

Karena merupakan integral dari fungsi trigonometri, maka acuannya adalah rumus dasar integral trigonometri berikut.

a.    𝑠𝑖𝑛π‘₯𝑑π‘₯ = −π‘π‘œπ‘ π‘₯+𝑐

b.    π‘π‘œπ‘ π‘₯𝑑π‘₯ = 𝑠𝑖𝑛π‘₯+𝑐

c.    ∫−𝑠𝑖𝑛π‘₯𝑑π‘₯ = π‘π‘œπ‘ π‘₯+𝑐

d.    ∫−π‘π‘œπ‘ π‘₯𝑑π‘₯ = −𝑠𝑖𝑛π‘₯+𝑐

e.    𝑠𝑒𝑐 2π‘₯𝑑π‘₯ = π‘‘π‘Žπ‘›π‘₯+𝑐

f.     π‘π‘œπ‘ π‘’π‘ 2π‘₯𝑑π‘₯ = −π‘π‘œπ‘‘π‘₯+𝑐

g.    𝑠𝑒𝑐π‘₯π‘‘π‘Žπ‘›π‘₯ 𝑑π‘₯ = 𝑠𝑒𝑐π‘₯+𝑐

h.    π‘π‘œπ‘ π‘’π‘π‘₯π‘π‘œπ‘‘π‘₯𝑑π‘₯ = −cosecπ‘₯+𝑐 

Untuk mengaplikasikan rumus tersebut pada persoalan integral, harus diperhatikan sifat-sifat integral tentu berikut.



Soal :

Jawaban : 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kalkulus 2 : VOLUME BIDANG PUTAR DENGAN METODE KULIT TABUNG

Assalamu'alaikum wr. wb.     Untuk Blog kali ini saya akan membahas materi Kalkulus 2 untuk memenuhi nilai tugas E-Learning  Pertemuan 1...