PERTEMUAN 6
INTEGRAL TENTU
FUNGSI TRIGONOMETRI
A.
Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari materi pada pertemuan ini mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan integral tentu fungsi trigonometri.
B.
Uraian Materi
1.
Batas Integral Tentu Fungsi Trigonometri
Integral tentu fungsi trigonometri adalah integral dengan fungsi
integran berupa fungsi trigonometri dan memiliki batas interval tertutup pada
variabel integrasinya. Karena fungsi integran berbentuk trigonometri, maka
batas variabel integrasinya berupa besar sudut dan umumnya dinyatakan dengan π radian, dengan π = 1800
(Ratnadewi; dkk, 2016). Radian merupakan satuan sudut suatu bidang yang
dilambangkan dengan “rad”. Hubungan antara sudut dan radian dapat ditulis
sebagai berikut.
1 rad = 57, 2957...0
1o = 0, 0174...0
Satu radian didefinisikan sebagai besar sudut pusat yang panjang busurnya sama dengan jari-jari, seperti sketsa pada Gambar berikut
Untuk menemukan hubungan antara derajat dan radian, dapat digunakan konsep perbandingan sudut pusat dan panjang busur sebagai berikut.
Misalkan:
Sudut pusat : 1 rad
Panjang busur : r
Keliling : 2πr
Maka dengan menggunakan konsep perbandingan sudut pusat dan panjang busur diperoleh:
Jika dihubungkan dengan fungsi trigonometri, maka pembagian sudut
istimewa dengan besaran derajat dan radian menurut masing-masing kuadran
diuraikan sebagai berikut.
a. Kuadran I
2.
Aturan Dasar Integral Tentu Fungsi Trigonometri
Secara umum, jika
f(x) merupakan sebuah fungsi dalam bentuk trigonometri, maka integral tentu
dari fungsi f(x) dengan batas atas b dan batas bawah a dapat diselesaikan
dengan rumus dasar integral tentu sebagai berikut.
Keterangan:
f(x) : fungsi
integran (berbentuk trigonometri)
dx : variabel
integrasi (berupa sudut dalam π radian)
F(x) : hasil
integrasi
a : batas bawah
variabel integrasi (π radian)
b : batas atas
variabel integrasi (π radian)
F(a) : hasil
integrasi untuk batas atas
F(b) : hasil integrasi untuk batas bawah
Karena merupakan
integral dari fungsi trigonometri, maka acuannya adalah rumus dasar integral
trigonometri berikut.
a. ∫π πππ₯ππ₯ = −πππ π₯+π
b. ∫πππ π₯ππ₯ = π πππ₯+π
c. ∫−π πππ₯ππ₯ = πππ π₯+π
d. ∫−πππ π₯ππ₯ = −π πππ₯+π
e. ∫π ππ 2π₯ππ₯ = π‘πππ₯+π
f. ∫πππ ππ 2π₯ππ₯ = −πππ‘π₯+π
g. ∫π πππ₯π‘πππ₯ ππ₯ = π πππ₯+π
h. ∫πππ πππ₯πππ‘π₯ππ₯ = −cosecπ₯+π
Untuk mengaplikasikan
rumus tersebut pada persoalan integral, harus diperhatikan sifat-sifat integral
tentu berikut.
Soal :
Jawaban :




Tidak ada komentar:
Posting Komentar