A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai
mempelajari materi pada pertemuan ini mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan
integral tak tentu fungsi trigonometri.
B. Uraian Materi
Sama seperti
integral pada umumnya, integral fungsi trigonometri secara garis besar dapat
dibedakan menjadi dua jenis, yaitu integral tak tentu fungsi trigonometri dan
integral tentu fungsi trigonometri. Pada bab ini akan dibahas mengenai integral
tak tentu dari fungsi trigonometri.
1.
Definisi Fungsi Trigonometri
Sebelum memahami integral tak tentu fungsi trigonometri, terlebih dulu harus diketahui bahwa trigonometri berasal dari kata Yunani, yaitu trigonon : tiga sudut, dan metron : mengukur. Sehingga secara istilah, trigonometri diartikan sebagai sebuah cabang matematika yang mempelajari hubungan yang meliputi panjang dan tiga sudut segitiga siku-siku. Dari definisi tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa fungsi trigonometri merupakan fungsi yang didalamnya terdapat hubungan panjang dan tiga sudut segitiga siku-siku. Fungsi dasar trigonometri dikelompokkan menjadi 6 jenis, yaitu:
Penjelasan mengenai fungsi dasar tersebut, khususnya
sin x, cos x, dan tan x dapat dilihat dari konsep secara umum dari suatu
segitiga siku-siku yang terdiri dari 3 sisi yang meliputi: hypotenuse,
opposite, dan adjacent. Sketsanya seperti pada Gambar berikut. Untuk
mempermudah pemahaman tentang keenam fungsi trigonometri, umumnya istilah
hypotenuse, opposite, dan adjacent diganti dengan sisi miring (mi), sisi depan
(de), dan sisi samping (sam).
Sudut-sudut pada fungsi trigonometri dibagi menjadi 4
kuadran, yaitu:
a.
Kuadran I
Daerah kuadaran I meliputi daerah yang dibatasi sudut
0 0 ≤ x ≤ 900 . Pada kuadran ini sin x dan cos x bernilai positif, sehingga
mengakibatkan tan x, sec x, cosec, dan cot x juga bernilai positif. Kuadran I
berlaku sifat-sifat berikut.
1.
sin (90o – x) = cos x
2.
cos (90o – x) = sin x
3.
tan (90o – x) = cot x
4.
sec (90o – x) = cosec x
5.
cosec (90o – x) = sec x
6. cot (90o – x) = tan x
b. Kuadran II
Daerah kuadaran II meliputi daerah yang dibatasi sudut 900 ≤ x ≤ 1800 . Pada kuadran ini sin x bernilai positif, sedangkan cos x bernilai negatif, sehingga mengakibatkan cosec x bernilai positif, tetapi tan x, sec x, dan cot x juga bernilai negatif. Kuadran II berlaku sifat-sifat berikut.
1.
sin (90o + x) = cos x
2.
cos (90o + x) = -sin x
3.
tan (90o + x) = -cot x
4.
sec (90o + x) = -cosec x
5.
cosec (90o + x) = sec x
6.
cot (90o + x) = - tan x
7.
sin (180o - x) = sin x
8.
cos (180o - x) = -cos x
9.
tan (180o - x) = -tan x
10.
sec (180o - x) = -sec x
11.
cosec (180o - x) = cosec x
12. cot (180o - x) = -cot x
c. Kuadran III
Daerah kuadaran III meliputi daerah yang dibatasi sudut 1800 ≤ x ≤ 2700. Pada kuadran ini sin x dan cos x bernilai negatif, sehingga mengakibatkan cosec x dan sec x bernilai negatif, sedangkan tan x dan cot x bernilai positif. Kuadran III berlaku sifat-sifat berikut.
1.
sin (180o + x) = -sin x
2.
cos (180o + x) = -cos x
3.
tan (180o + x) = tan x
4.
sec (180o + x) = -sec x
5.
cosec (180o + x) = -cosec x
6.
cot (180o + x) = cot x
7.
sin (270o - x) = -cos x
8.
cos (270o - x) = -sin x
9.
tan (270o - x) = cot x
10.
sec (270o - x) = -cosec x
11.
cosec (270o - x) = -sec x
12. cot (270o - x) = tan x
d.
Kuadran IV
Daerah kuadaran IV meliputi daerah yang dibatasi sudut
2700 ≤ x ≤ 3600 . Pada kuadran ini sin x bernilai negatif, sedangkan cos x
bernilai positif, sehingga mengakibatkan sec x bernilai positif, sedangkan
cosec x, tan x, dan cot x bernilai negatif. Kuadran III berlaku sifat-sifat
berikut.
1.
sin (270o + x) = -cos x
2.
cos (270o + x) = sin x
3.
tan (270o + x) = -cot x
4.
sec (270o + x) = cosec x
5.
cosec (270o + x) = -sec x
6.
cot (270o + x) = -tan x
7.
sin (360o - x) = -sin x
8.
cos (360o - x) = cos x
9.
tan (360o - x) = -tan x
10.
sec (360o - x) = sec x
11.
cosec (360o - x) = -cosec x
12.
cot (360o - x) = -cot x
2.
Definisi Integral Tak Tentu Fungsi Trigonometri
Integral tak tentu fungsi trigonometri merupakan “bentuk integral yang integralnya berbentuk fungsi trigonometri dan memiliki variabel integrasi yang tak terbatas” (Edutafsi.com, 2018). Karena variabel integrasinya tidak memiliki batasan, maka hasil dari integral tak tentu fungsi trigonometri hanyalah berupa penyelesaian umum yang juga dalam bentuk fungsi trigonometri ditambah dengan tetapan integrasi yang disimbolkan dengan huruf c. Karena fungsi integran (fungsi yang diintegralkan) berbentuk fungsi trigonometri, maka penyelesaiannyapun melibatkan beberapa konsep atau identitas trigonometri.
3.
Rumus Dasar Fungsi Trigonometri
Seperti yang sudah dibahas pada bab sebelumnya, bahwa
integral adalah operasi balikan dari turunan, maka fungsi trigonometri dapat
diselesaikan dengan berpatokan pada hasil dari turunan beberapa fungsi
trigonometri. Untuk mempermudah pemahaman tentang rumus dasar fungsi
trigonometri, perhatikan Gambar berikut
Dari Gambar diatas dapat dilihat bahwa aturan dasar
integral tak tentu untuk untuk fungsi trigonometri adalah:
1.
∫ sin π₯ ππ₯
= − cos π₯ + π
2.
∫ cos π₯ ππ₯
= sin π₯
+ π
3.
∫ −sin π₯ ππ₯
= cos π₯
+ π
4.
∫ −cos π₯ ππ₯
= − sin π₯ + c
Selain rumus
dasar tersebut, berdasarkan turunan fungsi trigonometri, berlaku rumus dasar
sebagai berikut.
1.
∫ sec 2π₯ ππ₯
= tan π₯
+ π
2.
∫ cosec 2π₯ ππ₯
= −cot π₯
+ π
3.
∫ sec π₯ tan π₯
ππ₯
= sec π₯
+ π
4. ∫ cosec π₯ cot π₯ ππ₯ = −cosec π₯ + c
4.
Aturan Kelinieran Integral Tak Tentu Fungsi Trigonometri
Sama seperti pada integral tak tentu fungsi aljabar,
pada integral tak tentu fungsi trigonometri juga berlaku aturan kelinieran.
Misalkan diketahui dua fungsi, yaitu fungsi f dan g, dimana kedua fungsi
tersebut mempunyai integral, maka berdasarkan aturan kelinearan berlaku sifat
sebagai berikut.
a.
∫ π π(π₯)
ππ₯
= π
∫ π(π₯)ππ₯,
π
= ππππππ πππ
b.
∫[π(π₯) + π(π₯)]ππ₯
= ∫ π(π₯)ππ₯
+ ∫ π(π₯)ππ₯
c. ∫[π(π₯) − π(π₯)]ππ₯ = ∫ π(π₯)ππ₯ − ∫ π(π₯)πx
Soal :
Jawaban :





Tidak ada komentar:
Posting Komentar