Assalamualaikum wr. wb.
Untuk Blog kali ini saya akan membahas materi Kalkulus 2 untuk memenuhi nilai tugas E-Learning Pertemuan 1.
PERTEMUAN 1
ATURAN DASAR INTEGRAL
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mempelajari materi pada pertemuan ini mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan dasar integral tak tentu.
B. Uraian Materi
1. Definisi Integral
Integral merupakan
materi lanjutan dari materi Turunan (Derivative) pada Kalkulus I. Sketsa
perbedaan dari turunan dan integral dapat dilihat pada Gambar
ada dua hal yang dilakukan dalam integral sehingga dikategorikan
menjadi 2 jenis integral. Secara garis besar, integral dibagi menjadi dua
jenis, yaitu:
1. Integral sebagai
invers/kebalikan dari turunan disebut sebagai integral tak tentu. Integral ini
sering disebut integral yang tak terbatas, karena memiliki interval -∞ sampai ∞
(-∞, ∞);
2. Integral sebagai limit dari jumlah atau suatu luas daerah tertentu disebut integral tentu. Integral ini juga disebut integral terbatas, karena memiliki interval tertutup antara a sampai b [a,b], dengan a, b ∈ R.
2. Integral Tak Tentu
Misalkan diketahui suatu fungsi F(x) yang merupakan fungsi umum yang bersifat F’(x) = f(x), maka integral tak tentu merupakan himpunan anti turunan F(x) dari f(x) pada interval (-∞, ∞) yang dinotasikan:
Keterangan:
∫
: simbol integral
f(x)
: fungsi integran
dx
: variabel integrasi
F(x)
: hasil integrasi
c
: tetapan integrasi
Bentuk
∫ π(π)π
π
+ π
disebut Integral tak tentu. Kata “tak tentu” menenkankan bahwa hasil dari
integral merupakan fungsi “generik” atau sering disebut “konstan”. Jika
integral suatu fungsi ditulis sebagai ∫ π(π₯)ππ₯,
maka ππ₯
menyatakan variabel integrasinya. Hal ini menunjukkan bahwa fungsi integran
merupakan fungsi dalam variabel x. Namun sebenarnya, variabel integrasi tidak
harus menggunakan abjad x saja, tetapi bisa memakai variabel lain, seperti ∫ π(π¦)ππ¦,
∫ π(π‘)ππ‘,
atau ∫ π(π§)ππ§.
Pada penulisan tersebut yang perlu diperhatikan adalah variabel integrasi
biasanya diadaptasi dengan variabel fungsi integrannya.
Contoh:
Misal diketahui turunan dari beberapa fungsi sebagai berikut.
1. Turunan
dari fungsi aljabar y = x3 adalah y’ = 3x2
2. Turunan
dari fungsi aljabar y = x3 + 8 adalah y’ = 3x2
3. Turunan
dari fungsi aljabar y = x3 + 17 adalah y’ = 3x2
4. Turunan
dari fungsi aljabar y = x3 – 6 adalah y’ = 3x2
Seperti yang sudah
dipelajari dalam materi turunan, variabel dalam suatu fungsi mengalami
penurunan pangkat. Berdasarkan contoh tersebut, diketahui bahwa ada banyak
fungsi yang memiliki hasil turunan yang sama (y’ = 3x2 ) dari fungsi
aljabar yang berbeda.
3. Aturan Dasar Integral Tak Tentu
Untuk
menyelesaikan persoalan tentang integral tak tentu, terdapat aturan-aturan
dasar yang harus dipahami. Aturan-aturan tersebut yaitu:
a. Aturan
fungsi aljabar
1. Jika n adalah sebarang bilangan rasional kecuali -1, maka berdasarkan aturan fungsi aljabar, integral tak tentu dari x n ditulis:
2. Dari poin 1. Jika n = 0, maka berdasarkan aturan fungsi aljabar, integral tak tentu dari x 0 ditulis:
3. Jika n = -1, aturan no. 1 dan 2 tidak berlaku untuk karena ketika n = -1 maka penyebut fungsi dari integran akan menjadi nol. Dalam ilmu matematika, jika suatu pecahan yang pembilangnya angka selain nol dengan penyebut nol, maka bilangan tersebut tidak dapat didefinisikan. Namun berdasarkan aturan fungsi aljabar, integral tak tentu dari x −1 ditulis:
b. Aturan
Kelinearan
Misalkan
diketahui dua fungsi, yaitu fungsi f dan g, dimana kedua fungsi tersebut
mempunyai integral, maka berdasarkan aturan kelinearan berlaku sifat
sebagai berikut.
1. ∫ π π(π₯) ππ₯ = π ∫ π(π₯)ππ₯, π = ππππππ πππ, Sifat
ini menunjukkan bahwa koefisien pada fungsi integran dapat diubah menjadi
koefisien dari integral.
2. ∫[π(π₯) + π(π₯)]ππ₯ =
∫ π(π₯)ππ₯ +
∫ π(π₯)ππ₯, Sifat
ini menunjukkan bahwa untuk menghitung fungsi integran yang berbentuk
penjumlahan dapat diuraikan menjadi penjumlahan integral dari masing-masing
fungsinya.
3. ∫[π(π₯) − π(π₯)]ππ₯ = ∫ π(π₯)ππ₯ − ∫ π(π₯)ππ₯ Seperti sifat kedua, sifat ini
menunjukkan bahwa untuk menghitung fungsi integran yang berbentuk pengurangan
dapat diuraikan menjadi pengurangan integral dari masing-masing fungsinya








Tidak ada komentar:
Posting Komentar